-->

Iklan 728x90

Contoh Soal-soal esai Ilmu Sejarah Indonesia

Contoh Soal-soal esai Ilmu Sejarah Indonesia
Kerjakan soal esai berikut dengan benar!
Soal
1. Apa pengertian sejarah menurut Moh. Yamin dan jelaskan menurut saudara!
2. Menurut saudara apa kegunaan dari ilmu-ilmu bantu sejarah?
3. Sebutkan dan uraikan metode penelitian sejarah!
4. Menurut saudara apa relevansi ilmu sejarah ilmu geografi?

Jawaban
1. Moh. Yamin. SH. memberikan pengertian sejarah ialah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan kenyataan.

Jadi menurut saya sejarah merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang sangat erat hubungaannya dengan suatu cerita yang nyata berdasarkan fakta-fakta tertentu, yang mana cerita tersebut muncul dari adanya penyelidikan terhadap kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masyarakat lampau.


2. Menurut saya, kegunaan ilmu bantu sejarah adalah sebagai berikut:
Dalam melakukan rekonstruksi masa lampau atau penyelidikan terhadap suatu kejadian atau peristiwa, sejarah yang merupakan ilmu pengetahuan dengan ciri khasnya yang berlandaskan fakta-fakta tidak akan mampu menuliskan suatu kejadian atau peristiwa di masa lampau sesuai dengan fakta yang benar jika tidak menggunakan ilmu bantu.
Jadi kegunaan ilmu bantu adalah sebagai alat bantu untuk menganalisis dan menggali fakta-fakta dari suatu kejadian dan peristiwa ataupun benda-benda tertentu di masa lampau.


3. Metode Penelitian Sejarah. Penelitian sejarah menggunakan metode historis, yaitu suatu metode penelitian yang khusus digunakan dalam penelitian sejarah dengan melalui tahapan tertentu. Penerapan metode historis ini menempuh tahapan-tahapan kerja, sebagai berikut:
• Heuristik, yakni menghimpun jejak-jejak masa lampau.
• Kritik (sejarah), yakni menyelediki apakah jejak itu sejati baik bentuk maupun isinya.
• Interpretasi, yakni menetapkan makna dan saling berhubungan dari fakta yang diperoleh sejarah itu.
• Penjadjian, yakni menyampaikan sintesa yang diperoleh dalam bentuk sebuah kisah.

Sesuai dengan metode historis di atas, maka langkah proses dalam penelitian dan penulisan Skripsi ini adalah sebagai berikut:
a. Heuristik (Menemukan)
Tahapan pertama yaitu mencari dan mengumpulkan sumber yang berhubungan dengan topik yang akan dibahas. Mengumpulkan sumber yang diperlukan dalam penulisan ini merupakan pekerjaan pokok yang dapat dikatakan gampang-gampang susah, sehingga diperlukan kesabaran dari penulis. Menurut Notosusanto (1971:18) heuristic berasal dari bahasa Yunani Heuriskein artinya sama dengan to find yang berarti tidak hanya menemukan, tetapi mencari dahulu. Pada tahap ini, kegiatan diarahkan pada penjajakan, pencarian, dan pengumpulan sumber-sumber yang akan diteliti, baik yang terdapat dilokasi penelitian, temuan benda maupun sumber lisan.

b. Kritik Sumber
Pada tahap ini, sumber yang telah dikumpulkan pada kegiatan heuristik yang berupa; buku-buku yang relevan dengan pembahasan  yan terkait, maupun hasil temuan dilapangan tentang bukti-bukti dilapangan tentang  pembahasan. Setelah bukti itu atau data itu ditemukan maka dilakukan penyaringan atau penyeleksian dengan mengacu pada prosedur yang ada, yakni sumber yang faktual dan orisinalnya terjamin.
Tahapan kritik ini tentu saja memiliki tujuan tertentu dalam pelaksanaannya. Salah satu tujuan yang dapat diperoleh dalam tahapan kritik ini adalah otentitas (authenticity).
Sebuah sumber sejarah (catatan harian, surat, buku) adalah otentik atau asli jika itu benar-benar produk dari orang yang dianggap sebagai pemiliknya (atau dari periode yang dipercayai sebagai masanya jika tidak mungkin menandai pengarangnya) atau jika itu yang dimaksudkan oleh pengarangnya.
  Kritik sebagai tahapan yang juga sangat penting terbagi dua, yakni intern dan ekstern.
Setiap sumber mempunyai aspek intern dan aspek ekstern. Aspek eksternnya bersangkutan dengan apakah sumber itu memang sumber, artinya sumber sejati yang dibutuhkan. Aspek internnya bertalian dengan persoalan apakah sumber itu dapat memberikan informasi yang kita butuhkan. Karena itu, penulisan sumber-sumber sejarah mempunyai dua segi ekstern dan intern.
Kritik ekstern atau kritik luar dilakukan untuk meneliti keaslian sumber, apakah sumber tersebut valid, asli atau bukan tiruan. Sumber tersebut utuh, dalam arti belum berubah, baik bentuk maupun isinya. Kritik ekstern hanya daapat dilakukan pada sumber yang menjadi bahan rujukan penulis. Disamping itu penulisan ini juga didasarkan pada latar belakang pengarang dan waktu penulisan. Kritik intern atau kritik dalam, dilakukan untuk menyelidiki sumber yang berkaitan dengan sumber masalah penelitian . Tahapan ini menjadi ukuran sejau mana objektifitas penulis dalam mengelaborasi segenap data atau sumber yang telah diperolehnya, dan tentunya mengedepankan prioritas.
Setelah menetapkan sebau teks autentik,serta referensi pengarang, maka penulis akan menetapkan apakah keaslian itu kredibel dan sejauh mana hal tersebut mempengaruhi objek kajian. Pada tahap ini pula kita dapat keabsahan suatu sumber yang kemudian akan dikomparasikan sumber satu dengan sumber yang lainnya, tentunya dengan masalah yang sama.
c. Interpretasi
Setelah melalui tahapan kritik sumber, kemudian dilakukan interpretasi atau penafsiran terhadap fakta sejarah yang diperoleh dari arsip, buku-buku yang relevan dengan pembahasan, maupun hasil penelitian langsung dilapangan. Tahapan ini menuntut kehati-hatian dan integritas penulis untuk menghindari interpretasi yang subjektif terhadap fakta yang satu dengan fakta yang lainnya, agar ditemukan kesimpulan atau gambaran sejarah yang ilmiah.
d. Historiografi
Historiografi atau penulisan sejarah merupakan tahapan akhir dariseluruh rangkaian dari metode historis. Tahapan heuristik, kritik sumber,serta interpretasi, kemudian dielaborasi sehingga menghasilkan sebuah historiografi.
Historiografi adalah rekonstruksi yang imajinatif daripada masa lampau berdasarkan data yang diperolah dengan menempuh proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau. Dalam melakukan penulisan sejarah, terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan. Pertama, penyeleksian atas fakta-fakta, untaian fakta-fakta, yang dipilihnya berdasarkan dua kriteria: relevansi peristiwa-peristiwa dan kelayakannya. Kedua, imajinasi yang digunakan untuk merangkai fakta-fakta yang dimaksudkan untuk merumuskan suatu hipotesis. Ketiga, kronologis. Dalam tahapan historiografi ini lah, seluruh imajinasi dari serangkaian fakta yang ada dituangkan ke dalam bentuk tulisan. Potongan – potongan fakta sejarah ditulis hingga menjadi sebuah tulisan kisah sejarah yang kronologis.
Tahapan–tahapan metode sejarah mempermudah sejarawan dalam melakukan penelitian. Mulai dari proses pengumpulan sumber–sumber, memilih sumber–sumber asli, menginterpretasikan sumber–sumber, hingga penulisan sejarah.

4. Geografi mewujudkan “ilmu jembatan” antara ilmu-ilmu alamiah dan ilmu-ilmu sosial. Geografi yang bertugas menjelaskan bagaimana lingkungan alam berpengaruh atas lingkungan manusia termasuk ilmu-ilmu sosial. Bahwa pengetahuan lahir seperti sejarah, ekonomi, sosiologi dan antropologi juga memperhatikan dan memperhitungkan lingkungan alam, ini tidaklah berarti bahwa geografi tidak diperlukan. Studi geografis yang sistematis memerlukan pengertian terhadap metode geografi dan gejala geografi, karena geografi adalah cara memandang hal-hal secara khusus. Kajian geografi dapat menjadi latar bagi sejarah dalam memahami kehidupan manusia dimasa lampau. Dengan demikian dapat dipahami bahwa ada hubungan yang sangat relevan antara sejarah dengan geografi.

0 Response to "Contoh Soal-soal esai Ilmu Sejarah Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel